Menengok keindahan kawasan
malioboro.Yogyakarta
Kawasan malioboro merupakan salah
satu jalan dikota Yogyakarta dari kawasan tugu sampai sampai perempatan kantor
pos besar yang meliputi jl p mangkubumi,jl malioboro dan jl A .yani kalau
ditelusuri lebih jauh mirip seperti pusat wisata dikawasan Orchard road
Singapura.Sepanjang jalan kawasan malioboro sungguh mempesona yang dipenuhi
beberapa cagar budaya yang megah hingga kini masih terawat dengan dan memiliki
gaya arsitektur bangunannya yang unik seperti gedung agung,tugu,stasiun tugu
,pasar beringharjo dan benteng Vredebug,namun pada perkembangannya keindahan
kawasan malioboro akan cagar budaya tersebut seakan tenggelam oleh kemegahan
gedung-gedung baru bernuansa komersil malioboro mall misalnya pertokoan ,hotel
belum lagi ratusan reklame yang berukuran besar sehingga keindahan kawasan
malioboro banyak yang terbawa arus oleh gelombang globalisasi .Keindahan
kawasan malioboro yang menarik antara lain pemandangan pedagang kakilima yang
menghiasi trotroar sepanjang kawasan jalan malioboro terutama pedagang pakaian
batik, accesoris dan malioboro juga merupakan surganya accesoris yang unik
,menarik .Accesoris yang ada dikawasan ini umumnya kerajinan tangan yang dibuat
oleh pengrajin asal Yogyakarta dengan bahan-bahan kekayaan alam yang ada
disekitar tempat tinggal seperti:bambu,kayu dan bahan lainnya yang dibuat
sedemikian rupa sehingga membentuk aneka accesoris
gelang,kalung,anting-anting,bros dan lainnya.Pakaian batik yang dijual
dikawasan ini juga hasil kerajinan pengrajin dari kota gudeg yang terkenal kain
batiknya.Batik yang yang dijualbelikan dalam kawasan malioboro tidak hanya
berupa pakaian saja,melainkan juga berbentuk accesoris batik antara lain:tas
batik,dompet batik,blankon,kipas dan accesoris batik lainnya.Pedagang kakilima
dikawasan ini telah sekian puluh tahun menempati sepanjang jalan malioboro
sehingga memiliki daya tarik sendiri kemudian tak kalah menariknya kawasan ini
kaya akan seniman jalanan atau pengamen yang jumlahnya ratusan.Kawasan ini
merupakan tempat berekspresi seniman jalanan yang cukup memberi pemandangan
unik khas malioboro kemudian pemandangan yang tak kalah menarik lainnya warung
lesehan yang memanfaatkan trotoar jalan dengan membangun warung-warung makan
banyak menyajikan masakan khas jogja gudeg ,nasi tempe peyet,nasi kucing dan lainnya
yang rasa enak khas jogja .Pemandangan indah kawasan malioboro maraknya toko
oleh-oleh yang menjajakan aneka makanan khas jogja terutama bakpia
pathok,yangko,geplak,peyek tumpuk sehingga tak heran menelusuri kawasan ini
toko oleh-oleh mudah dijumpai .Pesatnya pembangunan pariwisata mendorong
pengusaha membuat makanan khas jogja salah satunya bakpia pathok yang kini
jumlah merk bapkia pathok mencapai puluhan sebut saja bakpia 25,bakpia
75,bakpia java ,bakpia 29 ,bakpia 731 atau puluhan merk bakpia kemudian kota
jogja terkenal makanan tradisional gudeg terbuat dari nangka muda diolah dengan
bumbu-bumbu pilihan yang rasanya enak ,lezat membuat kota ini dijuluki kota
gudeg .kota bakpia.Perjalanan menjelajahi kawasan malioboro memang sungguh
mengasyikkan apalagi dimalam hari kawasan penuh sesak dengan wisatawan dan
seniman jalanan sehingga jalan-jalan trotoar yang sempit oleh pedagang kaki
lima maupun pejalan kaki dipadu kendaraan yang lalu lalang dengan ruang jalan
raya utama yang sangat sempit ,namun tidak sebanding dengan jumlah kendaraan
bermotor yang mencapai ratusan setiap menitnya sehingga menelusuri kawasan
malioboro hiruk pikuk suara klason kendaraan bermotor dipadu suara pedagang
kakilima yang menawarkan dagangannya ,suara dendang lagu dari kaset/CD plus
dendang lagu dari seniman jalanan membuat kawasan malioboro tambah
semarak.Asyik memang berwisata di malioboro,namun tidak bisa bebas melenggang
bagi
pejalan kaki mengingat trotroal sudah banyak dipakai buat pedagang kaki lima .Bila kawasan malioboro dibuat seperti Orchard road Singapura mungkinkah kenapa tidak?


0 komentar:
Posting Komentar